Banjir Bandang Pasuruan

 

PASURUAN – Senin (29/04/2019) Kraton-Pasuruan banjir, jalur utama tranportasi terhenti selama lebih kurang 12 jam, mulai pukul 22.00 minggu malam hingga 11.00 Senin siang tadi tranportasi mulai dibuka, hal ini merupakan “agenda rutin” desa Kraton-Pasuruan  setiap kali musim penghujan, di karenakan luapan air sungai Kraton tidak mampu lagi menahan debit air yang sangat deras dari wilayah selatan (red.Wilayah Malang Raya) menuju muara.

 

Hal ini juga melanda daerah sekitarnya termasuk perkampungan Keradenan, Tambakrejo, Randusari, Bukir dan sekitarnya, banyak kampung terendam hingga masuk rumah warga, begitu juga sawah yang siap panen ikut terendam.

Tidak luput Pelabuhan Kota Pasuruan juga merasakan dampak air bah ini, banyaknya perahu nelayan yang terbalik bahkan hanyut terseret arus air yang begitu deras, kerugian yang ditimbulkan oleh banjir ini dirasakan oleh semua pihak

Entah sampai kapan hal ini akan terus terulang ?

Tindakan pemerintah dan warga, selama ini hanya “menanggulangi” banjir, yang merupakan agenda rutin tersebut, bantuan terdampak banjir bisa datang dari mana saja, namun apakah itu dapat menyelesaikan masalah, apakah tidak ada solusi untuk masalah banjir ini, yang mana bisa menjadikan sebuah “Penaggulangan” menjadi “Pencegahan”, dikarenakan banjir yang terjadi di Pasuruan terjadi sejak bertahun bahkan puluhan tahun yang lalu dan semua pastinya merasa dirugikan.

Apakah solusi untuk persoalan banjir ini ?

Warga bertanggung jawab menjaga kebersihan lingkungan sehingga meminimalisir terjadinya banjir, sedangkan Pemerintah terkait membangun infrastruktur yang dapat mencegah terjadinya banjir, jika hal ini terwujud maka keadaan yang memprihatinkan ini sedikit demi sedikit teratasi, bahkan mungkin selesai sama sekali, kami kira “MENCEGAH” lebih baik daripada “MENANGGULANGI”. [AgungBW/JATIMUPDATE.COM] 

42 Views
(Visited 37 times, 1 visits today)

Author: Agung BW

PIMRED